Breaking News : Petinju Kebanggaan Kota Malang, Hero Tito Tutup Usia Setelah Dipukul Jatuh dan Koma Selama 4 Hari

0Shares

Radarindonesia.id, MALANG – Setelah mengalami koma selama 4 hari akibat pendarahan otak akibat terkena pukulan KO saat bertanding melawan James Mokoginta di Holywings Jakarta, petinju kebanggaan Kota Malang Hero”The Lion”Tito menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis 3 Maret 2022.

Kabar meninggalnya petinju kelahiran 27 September 1986 tersebut disampaikan oleh Armin Tan Tagore selaku promotor dan manager Hero Tito.
Armin juga mendatangkan istri dan keluarga Hero Tito saat Hero terbaring dioperasi di Rumah Sakit di daerah Kelapa Gading Jakarta setelah mengalami koma karena terpukul jatuh saat laga pertandingan tinju di Holywings di perebutan kelas ringan versi ATI yang merupakan partai tambahan dari gelaran tinju partai utama antara Tibo Monabesa (Indonesia) melawan Jayson Voyson petinju didikan camp tinju mantan juara dunia Manny Pacquiao asal Philippina. Pertandingan antara Tibo Vs Jayson dimenangkan angka oleh Tibo.
Sedangkan Pertandingan antara Hero Tito Vs James Mokoginta harus dihentikan di ronde ke 7 dari 10 ronde yang direncanakan karena Hero terpukul KO jatuh tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke Rumah sakit terdekat.

Hero Tito mengawali debut pertamanya di tinju pro pada 28 February 2004 dan mencatat rekor 44 kali naik ring diantaranya dengan 27 kali menang (11 KO), 15 kali kalah dan 2 kali Draw.
Hero adalah petinju pro di Indonesia yang masih aktif juga memiliki rekor naik ring terbanyak.
Selain meraih juara dunia WPBF tercatat Hero Tito pernah menjadi juara nasional di kelas bulu 57,1 kg tahun 2013, juara nasional kelas bulu 57,1 kg di tahun 2012, juara nasional kelas ringan junior 58,9 kg pada 2017 dan
juara nasional kelas ringan junior 58,9 kg pada tahun 2016.

BACA JUGA :   Aparat Pengungkap Peredaran Narkoba 2,5 Kg Mendapat Reward dari Polresta Malang Kota

Dilansir dari SuaraMalang.id 3/3/2022, pemilik nama asli Heru Purwanto tersebut mengalami cidera berat di otak ditengarai karena lama tidak bertanding. Hal tersebut disampaikan oleh Zulham juru bicara keluarga Hero Tito.
Selama pandemi Covid Hero hanya melatih tinju dan tidak pernah bertanding.
Menurut Zulham, Hero juga memikul beban berat sebagai juara dunia kelas ringan World Profesional Boxing Federation (WPBF).
Zulham juga mengatakan bahwa Hero kembali naik ring karena ingin membahagiakan orang tuanya. Hero berencana membangun rumah lama orangtuanya yang sudah dibongkar dari hasil pertandingan di Holywings ini.
“Tapi takdir berkata lain” sambung Zulham.

Selama karir tinjunya dan mengharumkan nama bangsa, Hero Tito sempat dijanjikan menjadi ASN oleah Kemenpora era Imam Nachrowi namun tak kunjung terealisasi hingga kini.

Heru Tito dinyatakan meninggal kamis 3 Maret 2022 pukul 16.45 wib, di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta.
Kabar duka disampaikan oleh Nurul Didin istri almarhum di medsos bersangkutan dan rekan rekan dekat almarhum juga dari Amri Tan Tagore selaku promotor serta manager Hero melalui pesan WA.

Menurut info dari salah satu rekan dekat almarhum Yoga D Kross, jenazah akan diberangkatkan pukul 19.00 wib malam ini (3/3) ke rumah duka beralamatkan di RT 03 RW 03 desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.
Perkiraan jenazah akan sampai di kota Malang sekitar pukul 07.00 pagi hari Jum’at 4/3/2022.

Selamat jalan Heru Purwanto ( Hero”The Lion”Tito), namamu akan selalu dikenang sebagai salah satu petinju kebanggaan Kota Malang di bumi Arema juga Indonesia. (Hendro BL)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *