Hasil Lomba Pantomim FLS2N Tingkat Kecamatan Sukun, Kompetensi Para Juri Dipertanyakan Pembina Ekskul dan Pimpinan Sanggar Seni “Cangkrukan Teras Melody “

0Shares

Radarindonesia.id, MALANG-Gelaran FLS2N atau Festival Lomba dan Seni siswa Nasional tingkat Kecamatan Sukun Kota Malang diwarnai protes dari salah seorang pembina Ekskul Pantomim.

Lomba FLS2N tingkat Kecamatan Sukun meliputi lomba menyanyi solo, menari, beladiri, menggambar bercerita, Kriya juga Pantomim diadakan di MIN 2 Sukun Kota Malang, Selasa 5/3/2024.
Hendro B.L selaku pembina Ekskul Pantomim MI Nurul Huda Mulyorejo Kota Malang mengatakan bahwa hasil penilaian lomba pantomim dianggapnya kontroversial.
” Saya kecewa berat kalau pemenang juara 1,2 dan 3 hasilnya seperti itu,” protes Hendro BL yang juga adalah pemilik Sanggar Seni dan Beladiri “Cangkrukan Teras Melody ” di Kota Malang.
Menurut Hendro “Kalau pemenangnya memang lebih bagus dengan tingkat kesulitan dalam ekspresi gerak dan mimik wajah lebih unggul, saya gak masalah. Lha ini unsur-unsur dalam gerak Pantomim yang tertera di Juknis penilaiannya tertinggi malah menurut saya gak masuk di para pemenang mulai juara 1 sampai juara 3,” protesnya kepada Kepala Dinas Pendidikan Suwarjana via sambungan telpon WA.
“Unsur dalam penilaian lomba Pantomim itu banyak dan dari pandangan saya terkait hasil penilaian lomba FLS2N di MIN 2 Sukun kemarin terkesan kelihatannya juri hanya memenangkan peserta yang kostumnya bagus saja, padahal dari tingkat kesulitan gerak juga mimik ekspresi wajah tidak masuk kategori yang sulit sama sekali,” paparnya.

Menurut pria yang sejak kuliah konsisten membina anak-anak di seni juga Beladiri ini menjelaskan bahwa kostum Pantomim bukan hanya dinilai bagusnya saja, walau bagus tetapi tidak sesuai dengan karakter cerita yang ditampilkan seharusnya dinilai rendahnya atau bahkan tidak dinilai karena tidak sesuai.

Hendro juga meminta Suwarjana untuk menindaklanjuti hasil penilaian lomba Pantomim FLS2N hari ini.
Hendro BL menanyakan bahwa” Apa juri-juri dalam lomba Pantomim tersebut punya kompetensi di bidang Teater terutama Seni Pantomim, karena setahu saya hampir semua juri dalam Gelaran FLS2N adalah guru-guru Sekolah peserta lomba yang notabene tidak punya kemampuan di bidang yang dilombakan tersebut” jelasnya.
Menurut Hendro seorang juri harus bisa menjelaskan secara transparan juga bisa menjelaskan hasil dari semua lomba dan jangan hanya bisa mengumumkan hasil Juaranya saja.

BACA JUGA :   H. Pujianto, SE., M.Hum Anggota DPRD Kota Malang Yang Aktif Dalam Mengangkat Budayawan dan Seniman

“Kepala Dinas Pendidikan saat dihubungi via telpon mengatakan akan mengkonfirmasikan kepada pihak penyelenggara terkait hal tersebut dan beliau saat upacara pembukaan sebelum lomba dimulai sudah berpesan agar juri-juri penilaiannya harus jujur,” papar Hendro kepada wartawan.

” Jangan sampai karena penilaian juri di lomba FLS2N ini tidak fair menyebabkan anak-anak yang berbakat jadi terhentikan langkahnya ke tingkat berikutnya, karena semua anak bangsa baik itu dari Sekolah Dasar Negeri ataupun Swasta berhak mendapatkan kesempatan untuk jadi bibit yang bagus untuk Kota Malang,” lanjut Hendro yang juga pimred media online Nasional Radarindonesia.id.

“Malang akan susah dapat bibit yang bagus untuk Nasional kalau dari perlombaan yang diadakan pemerintah saja diragukan hasil penilaiannya dari juri-juri yang tidak mempunyai skill atau latar belakang sebagai seorang seniman atau praktisi Seni. Janganlah anak didik kita dibodohi oleh hal-hal seperti itu, kita ini pendidik mau mendidik murid jadi bagus atau mau buat bodoh mereka,” tegas pria yang juga membina murid-murid disabilitas down syndrome di Cangkrukan Teras Melody.

Ketua K3S FLS2N Suko sewaktu dihubungi oleh Radarindonesia.tidak berkenan menjelaskan hanya menjawab bahwa “Mohon maaf, kami sepakat tidak mengadakan tanya jawab terkait lomba-lomba, baik FLS2N O2SN maupun FAM. Itu keputusan saat TM di SDN Bandungrejosari 1. Sekali lagi mohon saat,” jawab Suko via pesan WA.
(RS)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *