Hotel Bisnis Prostitusi Terselubung di Tlogomas Malang Akhirnya Ditutup

0Shares

Radarindonesia.id, MALANG – Hebohnya berita di media juga tanggapan netizen yang viral di medsos terkait kasus prostitusi terselubung di salah satu hotel di wilayah Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang akhirnya ditindaklanjuti oleh Pemkot Malang juga aparat Kepolisian setempat.

Berawal dari kecurigaan warga sekitar hotel, setelah beberapa lama diintai dan dicurigai, akhirnya warga RW 8 kelurahan Tlogomas pun geram dan membuat spanduk warga menolak adanya prostitusi online terselubung dibalik Smart hotel Tlogomas.

” Kami menunggu moment yang pas untuk menegur pemilik hotel yang sudah beroperasi sejak lama tersebut dan kita kumpulkan dulu bukti-bukti,” papar Agung Ketua RW 8 kepada Radarindonesia.id di kediamannya Minggu (14/5)
Menurutnya surat penolakan adanya prostitusi terselubung tersebut juga sudah disampaikan ke Walikota Malang pada Jum’at 12/5/2023 juga ke Kapolsek Lowokwaru Kota Malang.
” Setelah rapat warga kami segera mengirimkan surat kepada pihak terkait,” sambung Agung.

Menurut Agung warga mulai tambah resah setelah ada ribut-ribut di sekitar Smart Hotel karena ada lelaki hidung belang yang “Jajan” di dalam kamar Smart Hotel dan menurut info tidak membayar juga mencoba melarikan diri.
Kemudian wanita yang sudah “dipakainya” tersebut berteriak memanggil bodyguard atau sebagian warga menyebutnya mucikarinya dan terjadi penganiayaan oleh bodyguard tersebut kepada pemakai jasa esek esek yang mencoba lari keluar dari hotel.
” Yang membuat jengkel warga karena keributan dan aksi saling kejar tersebut sampai masuk wilayah perumahan di samping hotel dan ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

BACA JUGA :   Kapolresta Malang Kota : Kasus Yang Sedang Ramai di Medsos Adalah Tentang Harta Gono Gini, Bukan Mafia Tanah

Menurut salah satu pemilik toko musik di seberang hotel kejadian ribut antara pria hidung belang dan wanita wanita muda penjaja seks tersebut sudah sangat meresahkan warga sekitar hotel yang notabene adalah lingkungan padat penduduk dan perumahan yang banyak dihuni warga yang sudah berkeluarga juga anak Mahasiswa yang kost di daerah tersebut.

Media pun beramai-ramai mengunggah berita aksi penolakan warga ini dan pihak Pemkot sudah mendatangi pihak pemilik hotel dan mengecek isi kamar serta surat-surat perijinannya dan Smart Hotel diminta untuk menutup operasional hotel baik itu secara offline maupun online.(HBL)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *