Management Apartemen Gading Nias Beri Penjelasan Soal Kasus Dugaan Aborsi Ilegal

0Shares

Foto : Ilustrasi Apartemen Gading Nias

JAKARTA – Pihak Management apartement Gading Nias Residences memberikan penjelasan terkait terungkapnya kasus dugaan praktik aborsi illegal di wilayah tersebut pada Rabu (20/12) lalu.

selaku Badan Pengelola dan P3SRS Gading Nias Residences, pihak management mengatakan jika kasus tersebut berada di luar dari tanggung jawab pihaknya.

“Kegiatan tersebut adalah diluar dari tanggung jawab Badan Pengelola dan P3SRS Gading Nias Residences melainkan tanggung jawab dari Individu atau Pelaku Kegiatan Kriminal terkait,” ucap Tommy, Apartment Manager Gading Nias Residences kepada wartawan, Jumat (22/12).

Menurutnya, management menegaskan jika tidak boleh ada penyewaan harian di apartemen tersebut. Hal tersebut, kata dia, termaktub dalam House Rulles atau Tata Tertib Hunian, yang berisi:

BAB IV.3 Point f Pengelola akan menyediakan standar kontrak sewa (tidak diperbolehkan menyewakan unit secara harian maupun bulanan, minimal 3 bulanan) bagi Pemilik unit yang akan menyewakan unit, untuk kepentingan Penghuni Sarusun / Penghuni unit khusus dan dengan maksud agar kepentingan gedung terlindungi.)

Kemudian, badan pengelola juga meminta kepada seluruh agent property untuk melaporkan penghuni baru agar terus terdata.

BACA JUGA :   Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jawa Timur Minta Maaf

“Terkait dengan adanya pelaku praktek tindak aborsi illegal, bahwa kami selaku Badan Pengelola dan P3SRS Gading Nias Residences sudah berusaha untuk meminimalisir adanya kegiatan kriminal apapun di Gading Nias Residences dengan memaksimalkan tim keamanan dan adanya Tata Tertib Hunian yang ada, namun terkait dengan adanya pelaku kegiatan abrosi yang tinggal di salah satu Tower di Gading Nias Residences menjadi sulit terindentifikasi karena tidak adanya Lapor Huni,” jelasnya.

“Dimana seharusnya setiap Agent Property yang menyewakan unit huniannya wajib melaporkan nya ke Badan Pengelola Gading Nias Residences,” tambah dia.

Atas kasus yang telah terjadi, Tommy menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada agent property terkait.

Sebagai informasi, Sindikat praktik aborsi ilegal berhasil digerebek polisi di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu 20 Desember 2023.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan dalam kasus ini pihaknya mengamankan lima tersangka.

Kasus tersebut terungkap setelah Tim Opsnal Polsek Kelapa Gading mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai praktik aborsi di apartemen di kawasan Kelapa Gading. (red)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *