Operasi Zebra Semeru 3 – 16 Oktober 2022

0Shares

Radarindonesia.id, Malang – Masih tingginya angka Pelanggaran dan Kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kerugian materi serta korban jiwa di berbagai wilayah di Indonesia turut melatar belakangi di laksanakan nya Operasi Kepolisian Terpusat di bidang lalulintas, tahun ini Operasi Zebra 2022 mengusung tema Tertib Berlalulintas Guna Mewujudkan Kamseltibcar lantas Yang Presisi.

Di Wilayah Jawa Timur, Operasi di laksanakan dengan sandi Operasi Zebra Semeru 2022 , di Kota Malang sendiri, Polresta Malang Kota akan menggelar Operasi Zebra Semeru 2022 pada tanggal 3 – 16 Oktober 2022 dengan melibatkan 80 personel Polresta Malang Kota.

Dalam persiapan jalan nya Operasi yang akan di gelar, Pada hari Jum’at (30/09/2022) tepatnya di Ballroom Sanika Satyawada, Polresta Malang Kota menggelar Latihan Pra Operasi Zebra Semeru 2022 yang di pimpin oleh Wakapolresta Malang Kota Kompol Yuliati S.Sos. M.si , Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Supian S.Sos ,serta diikuti personel yang terlibat operasi.

Kegiatan Operasi Zebra Semeru 2022 ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas dan menjaga ketertiban lalulintas di Kota malang. Tindakan yang akan dilakukan adalah penilangan secara elektronik pada pelanggaran lalu lintas dengan kategori seperti tidak menggunakan helm, Anak dibawah umur, knalpot bising dan melawan arus.

BACA JUGA :   Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di SMP IT AL-HUSNA Kampar, Idris Laena berpesan untuk saling menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Menurut Kompol Supian S.Sos selaku Karendalops, Operasi Zebra Semeru ini akan dilaksanakan dari tanggal 3 – 16 Oktober 2022 terhitung selama 14 hari. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalulintas serta fatalitas kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Operasi Zebra Semeru ini akan dilaksanan secara humanis, persuasif dan edukatif guna membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi, mentaati segala peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.”


“Sasaran Operasi Zebra Semeru ini adalah segala potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran lalu lintas serta fatalitas kecelakaan lalulintas” imbuhnya.

Harapannya setelah dilakukan Operasi Zebra Semeru ini, masyarakat lebih peduli tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.(Hendro BL)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *