Peresmian Keroncong Corner di Museum Musik Indonesia (MMI)

0Shares

Radarindonesia.id, MALANG – Upaya Museum Musik Indoneaia (MMI) untuk melestarikan seni musik baik itu yang modern juga terutama tradisional patut mendapatkan apresiasi dari masyarakat pecinta seni musik.

Setelah mendatangkan maestro keroncong Waljinah beberapa waktu yang lalu, pada Kamis 21 April 2022, MMI melaunching atau meresmikan Keroncong Corner di kantor MMI jalan Nusakambangan No.19 kota Malang.
Sekitar pukul 15.00 wib dengan dihadiri oleh media dan seniman musik keroncong juga pemerhati musik, Direktur MMI Hengky menjelaskan bahwa MMI beberapa waktu yang lalu juga mendapatkan kehormatan dengan mendapatkan sumbangan koleksi dari Waljinah dan penyanyi keroncong Mus Mulyadi almarhum berupa baju yang pernah dipakai saat kedua legenda musik keroncong tanah air tersebut manggung.
Waljinah memberikan kenang kenangan berupa baju kebaya biru yang pernah digunakannya saat dirinya show di masa silam, sedangkan baju berupa Jas almarhum Mus Mulyadi diberikan oleh istri almarhum kepada MMI untuk dijadikan koleksi MMI.
ini
Seperti kita ketahui sejarah musik keroncong berawal dari kampung tugu di Jakarta Utara yang dihuni oleh komunitas tugu sejak tahun 1661 (Prof.Ganap Makalah pada seminar rembug keroncong Indonesia 31 Mei 2014).
Pengaruh Portugis sangat terasa di musik keroncong dan keroncong tumbuh berkembang sebagai bagian dari kekayaan budaya dalam sejarah musik tradisional Indonesia.
Keroncong sendiri dikenal ada 3 jenis yakni musik keroncong sendiri, stambul dan langgam.

BACA JUGA :   Mengabdi di Kota Kelahiran, Rohmat Selamat : Semua Masyarakat Bogor Menjadi Objek Perjuangan Kami

Dalam perkembangannya keroncong juga berkembang mengikuti modernisasi sesuai arus jaman.
” Keroncong sekarang juga dimainkan oleh anak anak muda dengan perpaduan musik pop, dangdut, campursari bahkan musik reggae dan yang lainnya,” tutur Hengky Direktur MMI.

Menurut pria yang selalu memakai ikat kepala bercorak etnik ini MMI mendukung upaya yang dilakukan komunitas musik keroncong bersatu dibawah pimpinan Tuti Maryati untuk membawa musik keroncong ke UNESCO. Diharapkan dengan mendaftarkan keroncong ke UNESCO, bisa menjadikan musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa Indonesia dan diakui secara Internasional.
Penyediaan Keroncong Corner di MMI merupakan dokumentasi konkrit atas karya – karya yang pernah dihasilkan oleh para seniman keroncong di Indonesia.

Acara peresmian keroncong Corner di MMI juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Malang dan dimeriahkan sajian musik dari musisi keroncong di kota Malang yang masih eksis membawakan musik keroncong di tengah ramainya berbagai macam aliran musik yang bermunculan di era modern sekarang ini. Acara ditutup dengan buka puasa bersama undangan yang hadir menikmati jamuan yang telah disediakan oleh pihak Museum Musik Indoneaia.(Hendro BL)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *