Politisi PDIP Ganjar Pranowo Miliki Kesamaan Visi-misi Sejalan Dengan Ormas Keagamaan

0Shares

JAKARTA – Politisi PDI-P Ganjar Pranowo sebagai bakal calon Presiden Republik Indonesia di 2024 dinilai memiliki persamaan visi dan misi yang sejalan dengan Ormas Keagamaan Terbesar di Dunia yakni Nahdlatul Ulama.

Hal ini dikemukakan oleh Dodo Baidlowi Wakil Ketua Umum Barisan Nasional Ganjar Presiden yang juga salah satu pendiri Harmoni Muslim Nusantara.

Menurutnya ada beberapa persamaan cara pandang dan sikap seperti aktif dalam memerangi paham intoleransi dan bangga dengan kebudayaan nusantara serta fokus pada pembangunan dan pengembangan SDM.

“Bagi saya mas Ganjar juga warga nahdliyin yang tentu saja nasionalis sejati” Ungkap Dodo.

Soal keberhasilan Pemilu 2024, jangan ketinggalan untuk menyebut keberadaan masyarakat Nahdliyin atau warga Nahdhatul Ulama (NU) yang diakui sebagai organisasi terbesar di Indonesia bahkan Dunia.

“Indikasinya Nahdlatul Ulama atau NU ini selalu menjadi rembutan setiap ajang demokrasi yaitu Pemilu . Karena NU memiliki pengaruh cukup baik secara kultur dan organisasi. Semua partai ada sosok NU.Inilah yang disebut dinamika politik,” kata Herry M. Joesoef, seorang wartawan senior dalam analisanya.

Dalam acara diskusi akhir pekan Titik Temu dengan tema “Berebut Kaum Nahdliyin Di Pilpres 2024, di Ayoja Cofee, Jakarta Selatan, Sabtu (9/9) dengan moderator Sebastian Salang.

BACA JUGA :   Jelang Nataru Stok Sembako Kategori Aman, Polresta Malang Kota Beserta Forkopimda Pantau Stok Sembako dan BBM

Menyangkut perhelatan Pemilu 2024 dengan munculnya tiga sosok pemimpin mulai dari Ganjar, Prabowo, dan Anies. Herry memberikan sinyal bahwa sikap NU adalah sangat otonom. Didalamnya semua orang – orang NU akan berperan didalamnya. Berbeda , akan tetapi satu keluarga, demikian untuk menggambarkan kekuatannya.

“Siapapun yang menang , selalu ada NU didalamnya. Akan tetapi siapa yang menang tidak bisa mengklaim kekuatan NU,” tambah Herry lagi.

Menanggapi pertanyaan dari moderator, soal siapa yang akan mendapatkan restu menurut Dodo itu semua sifatnya masih sama-sama terbuka.

“Siapapun Capresnya tentu sangat membutuhkan partisipasi warga nahdliyin. Bagi saya mas Ganjar masih anteng manteng tidak berebut klaim. Wong acara kemarin di Rumah Dinas yang pimpin istighotsah Gus Muiz Aziz cicit pendiri NU juga Mas Ganjar engeh nya belakangan.” Jelas Dodo.

Dengan kekuatan yang tersebar saat ini. Sikap NU dalam Pemilu Pemilu 2024, tinggal menunggu momen tepat.

“Simbol – simbol sudah terlihat dari para kyai, tinggal menanti waktu yang tepat untuk menyuarakannya,” tutup Herry. (red)

0Shares

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *